Di sela derai air mata yang mengalir membasahi pipi
Ku coba merajut tinta menjadirangkaian pengakuanku
Senja yang gelap tanpa bias jingga di garis cakrawala
Membuat nyaliku semakin menciut dihimpit kekerdilanku
Jika engkau ragu akan diriku yang tak akan sanggup hidup sederhana denganmu
Ketahuilah bahkan aku sangat bersyukur telah diciptakan dalam kesederhanaan
Karena dengannya aku belajar tentang sifat qana'ah
Namun aku bukanlah orang yang mengerti agama
Sanggupkah engkau membimbingku mengeja setiap kalam-Nya?
Sanggupkah engkau mengajarkanku tentang ilmu-Nya?
Selamat Datang
Minggu, 16 Maret 2014
Tips Saat Sakit Hati
Bismillah...
Hal yang dapat kita lakukan ketika merasakan sakit hati adalah berdo'a dan memohon kekuatan-Nya :)
"Yaa Allah, hamba telah memaafkannya, sembuhkanlah hamba Yaa Rabbi, jangan biarkan hati ini kotor karena perbuatan orang lain, jangan biarkan hati ini ternoda, izinkan hamba memiliki dan menikmati indahnya kehabagian jiwa, izinkan hamba merasakan indahnya kemuliaan-Mu. karena hanya ridho-Mu lah Taa Allah yang hamba harapkan. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin...."
That's tips ringan untuk sobat-sobatku yang lagi sakit hati. Semoga bermanfaat ^_^
Salam Semangat Pagi Penuh Inspirasi ;)
Hal yang dapat kita lakukan ketika merasakan sakit hati adalah berdo'a dan memohon kekuatan-Nya :)
"Yaa Allah, hamba telah memaafkannya, sembuhkanlah hamba Yaa Rabbi, jangan biarkan hati ini kotor karena perbuatan orang lain, jangan biarkan hati ini ternoda, izinkan hamba memiliki dan menikmati indahnya kehabagian jiwa, izinkan hamba merasakan indahnya kemuliaan-Mu. karena hanya ridho-Mu lah Taa Allah yang hamba harapkan. Aamiin Yaa Rabbal'alamiin...."
That's tips ringan untuk sobat-sobatku yang lagi sakit hati. Semoga bermanfaat ^_^
Salam Semangat Pagi Penuh Inspirasi ;)
Rabu, 05 Maret 2014
6 TIPS DAN DOA UNTUK MENDAPATKAN KETENANGAN HATI DAN JIWA
1. Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan percaya akan kemampuan
yang kita miliki.
2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat.
3. Jangan mengingat penyesalan yg tdk pantas di sesali di masa lalu, hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.
4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka, ingatlah DIA, TUHAN pun akan ingat pada kita Aamiin.
DOA MOHON KETENANGAN HATI DAN JIWA
Doa ini bisa kita amalkan agar dihilangkan dari kegelisahan, kegundahan, ketakutan, kemalasan, kelemahan, kebakhilan, beban hutang, dimudahkan dari kesulitan, dan agar pikiran tenang.
1. “Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wa dholaid daini, wa gholabatir rijali”.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita/kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat)”.
2. “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dholimin”.
“Tidak ada lain selain Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”.
3. “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”.
“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.
Aku tahu ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang. Amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Aamin.
Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan meluangkan waktu bangun malam.
Tidak melewatkan waktu kecuali dengan solat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu.
Sesungguhnya Allah sangat dekat dengan kita.
2. Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat.
3. Jangan mengingat penyesalan yg tdk pantas di sesali di masa lalu, hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikan masa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.
4. Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.
5. Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.
6. Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka, ingatlah DIA, TUHAN pun akan ingat pada kita Aamiin.
DOA MOHON KETENANGAN HATI DAN JIWA
Doa ini bisa kita amalkan agar dihilangkan dari kegelisahan, kegundahan, ketakutan, kemalasan, kelemahan, kebakhilan, beban hutang, dimudahkan dari kesulitan, dan agar pikiran tenang.
1. “Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wa dholaid daini, wa gholabatir rijali”.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka cita/kecemasan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan sifat pengecut, dan beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat)”.
2. “La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadh dholimin”.
“Tidak ada lain selain Allah, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”.
3. “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alad dinika wa ‘ala tho’atika”.
“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu”.
Aku tahu ya Rabb, rizkiku tak mungkin diambil orang lain, maka hatiku tenang. Amal-amalku tak mungkin diambil orang, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu Allah senantiasa melihatku, maka aku malu bila Allah mendapatkanku sedang maksiat. Aku tahu bahwa kematian menantiku, maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku, maka aku munajat kepada-Mu, khusnul khatimahkan diakhir hayatku. Aamin.
Mari bersama merengkuh penyucian jiwa dan raga dengan meluangkan waktu bangun malam.
Tidak melewatkan waktu kecuali dengan solat, dzikir dan munajat, mohon kepada sang khaliq dengan khusyu dan tawaddu.
Sesungguhnya Allah sangat dekat dengan kita.
By : Ukhty Mutiara Qolbu III
Selasa, 04 Maret 2014
Just For You
Aku tidak mengenal apa itu milad, ultah dan lainnya
Karna
yang aku kenal hanyalah saat di mana seseorang itu lahir ke dunia
Awal
menghirup udara yang penuh perjuangan dan pengorbanan
Demi
mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung
akhirat
Dan aku
yakin engkau pun tahu akan hal itu, bahkan lebih tahu dariku
Meski
pada kenyataannya banyak yang tak tahu
Atau
sebenarnya mereka tahu, namun tak menghiraukannya
Itulah
yang namanya pilihan, pilihan setiap
manusia pastilah berbeda
Kini
usiamu kian berkurang untuk mencari
bekal itu
Bolehlah
kiranya aku bertanya padamu
Sudah
cukupkah bekal yang engkau kumpulkan?
Sudah merasa puaskan
dengan apa yang engkau kerjakan?
Hanya
do’a yang dapat aku panjatkan pada-Nya di setiap akhir sujudku
Semoga
di sisa usiamu ini, engkau akan memberikan lebih banyak manfaat dan berkah untuk
orang-orang di sekitarmu
Hanya
harapan yang dapat aku sampaikan padamu meski tak ada kata yang terucap
Semoga
dengan sisa usiamu ini, engkau lebih bersemangat dalam menjalankan setiap perintah-Nya dan
menjauhi larangan-Nya
Aamiin Yaa Rachmaan Yaa Rachiim…
Don’t
Forget that :
“Keep Spirit & Keep Positive Thinking”
Smile for me, please…. (。◕‿◕。)
BHM => Bahasa Hati Manusia
Sabtu, 01 Maret 2014
Sepi Tak Kan Selamanya Sepi
Ada yang kurang memang dalam kesendirianku kini…
Pagiku kini tak seriang kemarin…
Saat suaramu masih ku dengar…
Angin malam pun tahu…
Dingin memang tanpamu…
Bintangpun enggan keluar…
Kosong langit bagai mati…
Saat mentari kembali…
Hangat jiwa kini ku rasa…
Tolong…
Cairkan kebekuan hati ini…
Sahabat…
Sepi ini memang milikku, milikmu, milik kita…
Tapi bukan untuk selamanya…
Jangan berhenti kawan…
Jalan masih panjang…
Segenggam asa musti kau raih…
Kini atau kelak…
Engkau pasti dapat mengejar semua cita…
Impian yang engkau
impikan…
Sabtu, 22 Februari 2014
Ketika Pertemuan Menjadi Bermakna
Tatkala aku dalam
kesendirian yang mencekam….
Aku merenungi
setiap langkah yang pernah ku lalui…
Di kejauhan
nampak samar perlahan engkau mendekatiku…
Menyapaku
dengan sapaan yang menyejukkkan hati…
Tahukah
engkau, sapaan lembutmu mengejutkanku…
Siapakah
gerangan? Aku tak tahu karna kita belum pernah bertemu…
Lalu kau
ulurkan tanganmu untuk berjabat denganku…
Dengan gugup
ku sambut tanganmu yang lembut…
Subhanallah…
tentramnya hati ini Ya Rabbi…
Sejak saat
itu, ku mulai mengenalmu…
Engkaulah yang
dinamakan seorang sahabat…
Sahabat yang
tak bisa berucap ketika melihatku bahagia…
Karna jauh di
dalam hatimu, engkau lebih bahagia melihatku bahagia…
Sahabat yang
tak bisa menangis ketika melihatku bersedih…
Karna jauh di
dalam hatimu, engkau hancur berkeping-keping…
Karna engkau
tahu apa itu kehabagiaan…
Yang hanya
dapat dirasakan, tak dapat diungkapkan dengan kata-kata…
Karna engkau
tahu apa itu kesedihan…
Bukan untuk
diratapi, tapi untuk dimotivasi dan dinasehati…
Pertemuan ini
sungguh suatu berkah dari-Nya…
Allah lah yang
mentakdirkan kita bertemu…
Dalam sebuah
ikatan yang murni dan sejati…
Yaitu sebuah “Ukhuwah
Fillah”…
Jumat, 21 Februari 2014
Semburat Kerinduan Masa Kecil
Siapa yang tak akan rindu masa kecilnya?
Masa yang penuh dengan canda tawa, senyum ceria
Tanpa ada beban pikiran yang mengantung di kepala
Dan itulah yang tiba-tiba merasuk dalam kalbuku
Aku merindukan masa kecilku
Masa-masa saat bersamamu
Duhai kakakku yang cantik
Di manakah kini engkau berada?
Belasan tahun lamanya kita tak jumpa
Belasan tahun pula engkau tanpa kabar berita
Adakah di sana engkau masih ingat akan diriku?
Masihkah engkau ingat saat kita bersama?
Menyanyikan lagu anak-anak di gazebo pinggir kolam
Di samping keceriaan orang-orang yang kita sayangi
Diiringi hembusan angin yang membelai lembut
Duhai istanaku tercinta
Terima kasih ku sampaikan padamu
Karna engkau menjadi tempatku berteduh
Dari teriknya sinar mentari yang menyengat
Dari derasnya hujan yang membasahi bumi
Menjadi saksi bisu kehidupan masa kecilku
Namun, akankah engkau kembali lagi
Menjadi saksi bisu masa tuaku kelak?
Duhai sahabat kecilku
Di belahan bumi manakah engkau sekarang?
Masihkah engkau memijakkan kakimu di bumi ini?
Ataukah engkau telah kembali pada-Nya saat bencana
itu terjadi?
Bencana yang memporak-porandakan alam ini
Menumpahkan tangis yang menggema di angkasa raya
Selalu ku kirimkan do’a untukmu
Duhai kakakku yang cantik
Sahabat kecilku yang baik hati
**********************************************************************
Bintang kecil
Di langit yang tinggi
Amat banyak
Menghias angkasa
Aku ingin
Terbang dan menari
Jauh tinggi
Ke tempat kau berada
Di langit yang tinggi
Amat banyak
Menghias angkasa
Aku ingin
Terbang dan menari
Jauh tinggi
Ke tempat kau berada
#Ku nyanyikan lagu ini untukmu duhai kakakku yang
cantik
Karna lagu ini lah yang pernah kita nyanyikan
bersama
Semoga Allah selalu melindungimu
Salam rindu dari adikmu
Selembut Sang Bayu
Setiap ayunan langkah kakiku…
Bayangmu hadir menemani…
Entah sampai kapankah…
Entah sampai di manakah…
Bayangmu akan menemaniku…
Akankah sekejap dalam hidupku…
Lalu menghilang ditelan bumi…
Ataukah selamanya…
Menjadi dirimu yang nyata di sisiku…
Ku biarkan semua ini…
Mengalir lembut bagai sang bayu…
Yang menerpa wajah-wajah letih…
Melenakan setiap jiwa yang lelah…
Menandakan akan hadirnya sang malam…
Malam yang penuh dengan misteri…
Dengan atau tanpa sinar rembulan…
Dengan atau tanpa gemerlap bintang…
Ketika Hati Bertanya
Deburan ombak terus menghantam karang
Sekeras angin berhembus membawanya
Ia tak pernah mengenal
lelah
Tak pernah berhenti meski sekejab
Terkadang ia menghantam terlalu keras
Hingga sang karang mulai goyah
Hendak jatuh ke dalam lautan
Sang karang mencoba bertahan
Dalam gentingnya keadaan
Sang karang bertanya, “Mampukah aku bertahan?”
Itulah yang ku rasakan saat ini
“Mampukah aku bertahan?”
Mana kala ujian terus menerpa
Menghantam
tebing istana silaturahim
Antara aku dan kamu yang telah lama terbina
Datangnya seorang insan
yang menginginkanmu
Namun tak menginginkanku
tuk hadir di sampingnya
Dalam kesunyian malam tanpa bintang
Ku bertanya pada hati, “Haruskah aku pergi, sedang
aku tak ingin jauh darinya?”
Cinta Insan Biasa
Hai… perkenalkan namaku cinta…
Aku bukanlah seorang penjual baju…
Yang selalu mengobral cintaku pada setiap orang…
Aku bukanlah seorang SPG…
Yang selalu berkata manis untuk merayumu…
Aku bukanlah seorang diktator…
Yang selalu memaksamu untuk menerima cintaku…
Tapi… aku hanyalah cinta insan biasa…
Yang mana rasa cintaku padamu…
Tak akan pernah mampu mengalahkan cinta-Nya padamu…
Yang mana rasa sayangku padamu…
Tak akan pernah mampu menandingi sayang-Nya padamu…
Maka… ku titipkan cintaku pada-Nya…
Meski aku terlihat tak peduli dan acuh…
Sesungguhnya jauh di lubuk hatiku…
Memendam rindu yang sering membelenggu…
Karna aku sadar cinta ini hanyalah cinta insan biasa…
Yang hanya mampu membasuhnya…
Dengan beningnya air wudlu yang mengalir…
Yang hanya mampu membisikkannya…
Melalui bait-bait do’a yang ku panjatkan pada-Nya…
Yaa Allah… sampaikanlah cintaku ini padanya…
Yang telah Engkau pilihkan untukku…
Yang akan menemaniku meniti jalan-Mu…
Jalan menuju rahmat dan ampunan-Mu…
Aamiin Yaa Rabbal’alamiin…
Kamis, 20 Februari 2014
Belajar, Belajar dan Belajar
Belajar SABAR meski tertatih…
Belajar IKHLAS meski kadang suka mengeluh…
Belajar TABAH meski hati susah…
Belajar TEGAR meski sering menangis karna jatuh dan
terluka…
Belajar MENAHAN AMARAH meski hati berdarah…
Belajar dan belajar…
Belajar tak ubahnya menanam sebitur biji…
Disemai dengan kesabaran…
Dirawat penuh dengan keikhlasan sekali kadang lelah menanti
biji itu akan berkecambah dan bertunas…
Namun tak ada alasan untuk tidak BELAJAR MENJADI YANG
LEBIH BAIK dari kemarin…
Langganan:
Postingan (Atom)